Honda Brio Satya E CVT menjadi LCGC (Low Cost Green Car) yang termahal namun paling laris di Indonesia. Kenapa bisa begitu?.
Sebab beberapa faktor Utama, Harga Brio Satya E CVT yang hampir mendekati Rp 200 juta memang menjadi yang tertinggi di kelas LCGC, tetapi sampai saat ini banyak diminati dan paling laris karena fitur yang ditawarkan sangat lengkap dan mendekati mobil kompak di kelas atasnya.
Sebagaimana konsumen yang membeli varian tertinggi itu biasanya mereka merupakan pembeli pertama yang telah memiliki kemampuan finansial di segmen Rp 200 jutaan dan lebih memilih untuk langsung mendapatkan varian terbaik daripada varian dasar.
Faktor lain lagi yang membuat Brio Satya E CVT laris sebab Mesin 1.2L i-VTEC 4 silinder yang bertenaga 90 PS, terbesar di kelas LCGC, dengan efisiensi bahan bakar yang baik.
Bahkan dilengkapi fitur seperti LED DRL, desain grille atraktif, velg dua warna, auto up/down window dengan anti-pinch, dashboard maupun door lining berwarna abu-abu.
Ditambah lagi, fitur keselamatan canggih seperti Dual Front SRS Airbags, rangka G-CON + ACE, ABS + EBD.
Disisi lain, Honda memang dikenal dengan tren penjualan varian menengah ke atas yang lebih laku dibanding varian bawah, karena kemungkinan juga konsumen memilih kualitas maupun fitur lebih lengkap yang meskipun harganya lebih tinggi.
Maka dapat dikatakan juga, hampir 80 persen pembeli Brio Satya adalah first time buyers yang mengutamakan kualitas dan fitur lengkap sebagai mobil pertama mereka.
Selain faktor produk dan fitur, harga Brio Satya juga terdongkrak oleh inflasi, kenaikan biaya bahan baku, maupun regulasi pemerintah terkait standar emisi serta keselamatan terbaru.
Jadi meskipun lebih mahal, data penjualan telah menunjukkan bahwa Brio Satya E CVT sampai saat ini tetap menjadi primadona dan tulang punggung penjualan Honda di segmen LCGC, dengan distribusi mencapai puluhan ribu unit setiap tahun, mengungguli model LCGC lain seperti Daihatsu Sigra, Toyota Calya, maupun Daihatsu Ayla.
Tinggalkan Balasan